Perhatikan Gambar diatas , kiper PSS sampai di tengah Lapangan
Apakah anda penasaran dengan sepakbola gajah yang terjadi di Indonesia antara PSS dan PSIS , berbahagialah karena video pertandingan itu kini sudah ada di dunia maya ( youtube ) . Pemilik akun Sepakbola Gembira baru-baru ini menggunggah video
pertandingan tersebut melalui Youtube, yang diberi judul "Sepak Bola Gajah PSS
Sleman 3 2 PSIS Semarang". Video tersebut menampilkan pertandingan yang
sedang disaksikan melalui layar laptop.
Dalam pertandingan tersebut sang tuan rumah ( PSS ) menggunakan kaos tim kebesarannya yaitu hijau , sedangkan tamunya ( PSIS ) menggunakan seragam putih - putih .
Video ini dimulai dengan masuknya kedua kesebelasan ke lapangan, dengan anak gawang mengusung bendera Fair Play.
Lalu, pada detik ke-30 ( dalam video ) , tampak sejumlah pemain PSS "berkumpul" di depan kotak penalti, saling mengumpan seperti "latihan", tanpa ada satu pun pemain lawan. Yang terdekat adalah wasit, yang membiarkan saja bola dimain-mainkan seperti itu.
Di menit kedua, adegan yang lebih mencengangkan terjadi. Dalam sebuah "serangan", seorang pemain PSS melepaskan tembakan langsung ke arah gawang timnya sendiri, namun berhasil "dihalau" seorang pemain PSIS yang sudah berada di garis gawang. Itu berarti, ada seorang pemain yang dengan sengaja berusaha menggagalkan upaya bunuh diri tim lawan.
Menit demi menit tergambarlah betapa kedua tim memang hanya ingin mencetak gol ke gawangnya sendiri. Ironisnya, tim lawan justru berusaha mencegah gol bunuh diri tersebut. Dan juga, pemain pencetak gol bunuh diri itu malah disambut gembira oleh rekan-rekannya.
Lalu, pada detik ke-30 ( dalam video ) , tampak sejumlah pemain PSS "berkumpul" di depan kotak penalti, saling mengumpan seperti "latihan", tanpa ada satu pun pemain lawan. Yang terdekat adalah wasit, yang membiarkan saja bola dimain-mainkan seperti itu.
Di menit kedua, adegan yang lebih mencengangkan terjadi. Dalam sebuah "serangan", seorang pemain PSS melepaskan tembakan langsung ke arah gawang timnya sendiri, namun berhasil "dihalau" seorang pemain PSIS yang sudah berada di garis gawang. Itu berarti, ada seorang pemain yang dengan sengaja berusaha menggagalkan upaya bunuh diri tim lawan.
Menit demi menit tergambarlah betapa kedua tim memang hanya ingin mencetak gol ke gawangnya sendiri. Ironisnya, tim lawan justru berusaha mencegah gol bunuh diri tersebut. Dan juga, pemain pencetak gol bunuh diri itu malah disambut gembira oleh rekan-rekannya.
Sebelumnya, manajer PSS Suparjiono mengatakan pihaknya tidak sengaja menampilkan permainan seperti itu, walaupun kemudian menuding PSIS enggan bermain.
"Yang bilang gol bunuh diri siapa? Ya, mungkin salah tendang saja. Nggak melihat gawangnya mungkin," ucap Suparjiono saat dihubungi detikSport, Senin (27/10/2014) siang WIB.
"Bisa saja to? Mungkin penglihatannya sedang kabur atau bagaimana," kata dia berdalih.
"(Bermain melawan PSIS) Semarang sama saja main dengan mimpi, tidak bergerak sama sekali. Nggak fair play, kami maunya fair play. Siapa yang nggak fair play duluan?" tambah Suparjiono.
Sebaliknya, kubu PSIS juga menganggap PSS-lah yang tidak niat main. "Mereka tidak bermain fair play. Pemain-pemain kami hanya emosi karena melihat mereka justru mencetak dua gol ke gawangnya sendiri,'' ungkap Wahyu Winarto, sang manajer.
Kasus ini sedang disidang oleh Komisi Disiplin PSSI. Kabarnya, FIFA juga sudah dikabari mengenai insiden yang sangat memalukan ini.
"Yang bilang gol bunuh diri siapa? Ya, mungkin salah tendang saja. Nggak melihat gawangnya mungkin," ucap Suparjiono saat dihubungi detikSport, Senin (27/10/2014) siang WIB.
"Bisa saja to? Mungkin penglihatannya sedang kabur atau bagaimana," kata dia berdalih.
"(Bermain melawan PSIS) Semarang sama saja main dengan mimpi, tidak bergerak sama sekali. Nggak fair play, kami maunya fair play. Siapa yang nggak fair play duluan?" tambah Suparjiono.
Sebaliknya, kubu PSIS juga menganggap PSS-lah yang tidak niat main. "Mereka tidak bermain fair play. Pemain-pemain kami hanya emosi karena melihat mereka justru mencetak dua gol ke gawangnya sendiri,'' ungkap Wahyu Winarto, sang manajer.
Kasus ini sedang disidang oleh Komisi Disiplin PSSI. Kabarnya, FIFA juga sudah dikabari mengenai insiden yang sangat memalukan ini.
Ingin mengetahui ulasan pertandingn tersebut silahkan kunjungi

tetep ora munter aeeeee .
BalasHapuskocak ya sepak bola indonesia ora ono seng genah
BalasHapus