Sabtu, 01 November 2014

Semifinal ISL di Gelar di Jaka Baring Final di Gelora Bung Karno





ISL 2014




       Teka-Teki dimana akan digelarnya semifinal dan final ISL 2014 akhirnya terjawab sudah. Semifinal yang akan digelar pada 4 November akan dihelat di Stadion Jakabaring Palembang , sedangkan final akan di gelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno ( SUGBK ) pada 7 November. 

       Putusan ini disampaikan oleh CEO PT. Liga Indonesia , Joko Driyono, pada Jumat (31/10/2014).

"Semifinal akan berlangsung dengan sistem single match. Bila pertandingan 90 menit berakhir imbang, akan dilanjutkan dengan extra time 2 x 15 menit. Dalam extra time ini tidak berlaku golden goal. Dan, bila masih imbang hingga akhir extra time, akan dilanjutkan dengan adu tendangan penalti," ungkap Joko.


     Semifinal pertama yang akan mempertemukan Persipura Jayapura melawan Pelita Bandung Raya akan di gelar mulai pukul 15:30 WIB . Sedangkan semifinal kedua yang akan mempertemukan Persib Bandung dengan Arema Cronous degelar mulai jam 19:00 WIB.


      Sebelumnya PT.Liga Indonesia mengatakan kalau semifinal dan final  akan di gelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno ( SUGBK ) . Tapi hal ini mendapatkan penolakan dari The Jack  Mania . Dan karena hal itulah PT. Liga Indonesia memutuskan untuk menggelar laga semifinal di Stadion Jaka Baring, Palembang .

        Sekretaris PT. LI, Tigor Shalom Boboy, mengatakan, alasan memilih Palembang sebagai tempat berlangsungnya laga semifinal adalah semata-mata faktor keamanan.

"Polda yang menyarankan agar tidak di Jakarta. Mereka bilang karena banyak kegiatan. Itu saja alasannya," ujar Tigor.  






Jumat, 31 Oktober 2014

Sanksi Tak Membuat PSS Menyerah

PSS Sleman Melakukan Latian di MIS Kamis ( 30/10/14 )
 
 
 
 
       Tidak ada raut muka sedih dari penggawa PSS Sleman , setelah mendapat sanksi didiskualifikasi dari Komdis PSSI. Anang Hadi dkk , terlihat tetap semangat mengikuti latian yang digelar di stadion maguwoharjo pada Kamis ( 30/10/14 ). 

      Dipimpin assisten pelatih Edy Broto , para pemain melakukan latian passing santai tapi serius dengan beberapa kali di selingi candaan . Sebelum akhirnya menjalani simulasi pertandingan . Tapi dalam latihan kemarin sore itu tidak terlihat pelatih kepala Heri Kiswanto dan juga Libero PSS asal Belanda Cristian Adelmund . 

      Suasana haru terlihat saat kehadiran Brigata Curva Sud      yang tetap setia mendukung PSS Sleman . Disepanjang latian Brigata Curva Sud  tidak berhenti bernyanyi . 

        PSS Sleman dijatuhi sanksi di diskualifikasi dari Divisi Utama . Setelah mereka diduga  melakukan Sepak Bola Gajah saat menghadapi PSIS Semarang di Lapangan Sasana Krida AAU Berbah , Sleman ( 26/10/14 ). Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 3 - 2 untuk kemenangan sang tuan rumah  itu seluruh gol adalah hasil bunuhdiri dari masing-masing kesebelasan .

      PSS Sleman  dan PSIS Semarang diduga sengaja melakukan praktek  Sepak Bola Gajah . Untuk menghindari Borneo FC di semifinal , tapi hal ini telah dibantah oleh kedua tim . 
 
 
 
 
     Dari seorang suporter PSS yang ditemui Detik.com ia menuturkan bahwa kaget saat mendengar sanksi yang diberikan oleh Komdis PSSI . Ia juga berharap pertandingan PSS melawan PSIS bisa diulang seperti pertandingan Borneo FC melawan Persis Solo ."Saya kira pertandingan akan diulang karena Persis Solo versus --saya lupa-- diulang, kenapa ini nggak bisa?" ucap Andri (22) .

    "Mestinya Borneo juga diselidiki kenapa bisa seperti itu, pada takut melawan mereka."

"Kalau PSS dapat sanksi lebih buruk, turun ke divisi 1 pun nggak masalah saya. Yang penting main dengan benar daripada juara settingan,"  imbuhnya .
 
 
  
 
 
 
 
     Foto-foto BCS kemarin sore di MIS ( Maguwoharjo International Stadium ) 
 

 

Itulah foto kemerihan BCS yang saya dapat dari grup facebook Brigata Curva Sud 1976 (Bcs X Pss) Ora Munter.

Kamis, 30 Oktober 2014

Profil Brigata Curva Sud


Salah Satu Koreo BCS




      Brigata Curva Sud atau yang biasa disebut BCS adalah salah satu suporter PSS Sleman selain saudara tuanya yaitu Slemania . Brigata Curva Sud bermarkas di tribun selatan Maguwoharjo International Stadium ( MIS ) , mereka memiliki cara unik saat mendukung PSS . Salah satunya dengan membuat koreo seperti yang dilakukan oleh ultras-ultras di Italia pada umumnya . BCS juga tidak berhenti bernyanyi saat pertandingan berlangsung ( 2 x 45 ) . Hebatnya semua lirik dari lagu BCS tidak ada yang berbau rasis atau menghina kelompok suporter lain . 

      

       Memakai Sepatu dan berbaju hitam  hukumnya wajib jika anda ingin menjadi anggota BCS , karena dandanan anda harus seperti ultras pada umumnya . Ketika masuk kedalam stadion haram untuk membawa helm dan yang terpenting harus punya tiket pertandingan jika ingin menonton PSS sekaligus mendukungnya.




  STRUKTUR ORGANISASI    BCS

         Brigata Curva Sud tidak mengenal adanya struktur organisasi dan juga tidak memiliki pemimpin ini seperti mottonya " No Leader Just Together " . Hal ini dimaksudkan agar seluruh anggota BCS mempunyai kedudukan yang sama dalam pengambilan keputusan , dan memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam melaksanakan ketentuan atau keputusan yang telah di sepakati . Walaupun tidak memiliki struktur kepengurusan bukan berarti BCS menjadi liar tidak terkendali . 
         Anda pasti bertanya - tanya  , Jika tidak ada kepengurusan bagaimana dalam menentukan keputusan . 
Ini penjelasannya : BCS itu terdiri dari banyak komunitas / kelompok-kelompok dan setiap komunitas di pimpin oleh satu orang koordinator yang ditunjuk oleh anggota kelompoknya. Dan saat melakukan pengambilan keputusan para pemimpin koordinator ini berkumpul untuk membahas persolan yang ada sampai ditemukan  kesepakatan yang disetujui bersama . Dan para pemimpin koordinator ini akan menyampaikan keputusan itu ke para anggotanya komunitasnya . Perlu anda ketahui kalau BCS sangat menjunjung tinggi kekeluargaan dan kebersamaan .



MEMBANTU PSS

     Brigata Curva Sud selain mundukung PSS saat bertanding mereka juga ikut memberi kontribusi dalam keuangan PSS . Pertama mereka mewajibkan para anggotanya untuk membeli tiket pertandingan , motto mereka adalah " No Ticket No Game " . Hal inipun ikut mendongkrak pendapatan PSS.
     Kedua adalah BCS membuat usaha yang beberapa persen keuntungannya akan   diberikan pada PSS untuk pendanaan .

  Berikut beberapa usaha Brigata Curva Sud : 

  •          Curva Sud Shop biasa disingkat CSS / CSShop yang berdiri sejak tahun 2012 merupakan outlet merchandise resmi Brigata Curva Sud. Outlet yang berada di komplek Ruko Delima ini menjual kaos, jaket, syal dan berbagai perlengkapan original Brigata Curva Sud.

    • Curva Sud Mart 1976

    Curva Sud Mart atau CSMart semacam toko kelontong, merupakan unit usaha baru milik komunitas suporter Brigata Curva Sud yang didirikan pada awal Juni 2013. Toko ini berada persis di depan Curva Sud Shop.
     Berikut ada nama akun twitter Brigata Curva Sud 1976
    @BCSxPSS_1976
    @LCSxPSS_1976
    @CS_SHOP1976
    @CS_MART1976
     
    Beberapa foto kemeriahan  BCS 
     
     


Rabu, 29 Oktober 2014

Beragam Tanggapan dari BCS dan Slemania Atas Hukuman Dari PSSI

Gambar Editanku 



       Apayang anda rasakan setelah PSS dijatuhi sanksi di diskualifikasi dari Divisi Utama musim ini ?  Sedih , Kecewa , atau mungkin malah senang .  Kalau saya , sebagai seorang pendukung PSS ( Brigata Curva Sud ) , saya sangat-sangat sedih sekaligus kecewa . Saya juga berpikir kok tim kesayangan saya melakukan hal yang bisa dibilng bodoh seperti itu ( sepakbola gajah ) . Mungkin jika pertandingan hari minggu itu digelar di MIS ( Maguwoharjo International Stadium ) kejadian memalukan ini tidakakan terjadi . Tapi mau bagaimana lagi hal ini sudah terjadi kalau kata orang jawa " ibarat bubur ora bakal dadi sego " , kalau dalam bahasa Indonesia artinya " Ibarat bubur tidak mungkin jadi nasi " . Kesimpulannya kita harus menerima keputusan ini dengan lapang dada , dan berdoa semoga hal ini tidak akan terulang lagi . 


     Dari saya searching dan baca-baca di internet , banyak yang menyebut sepakbola gajah yang terjadi antara PSS dan PSIS karena keduanya ingin menghindari Runner Up grup sebelah yaitu BORNEO FC . 
Terus kenapa ingin menghindari ? 

     Borneo FC adalah tim baru dikancah persepakbolaan Indonesia , tim ini didirikan oleh suatu kelompok suporter Samarinda . Tapi sebagai tim baru , tim ini punya skuad yang mumpuni dan pendanaan yang kuat . Tapi bukan hal ini yang membuat PSS dan PSIS takut .    Mereka takut karena BORNEO FC sangat kental dengan faktor non teknis. Jadi tidak ayal hal inilah yang membuat PSS dan PSIS enggan bertemu dengan Tim ini.                                         

   Jika bukan karena faktor non teknis saya yakin , PSS "ORA MUNTER" menghadapi tim manapun termasuk BORNEO FC.


    Berikut Tanggapan Dari beberapa Suporter PSS 


Pertama dari pemilik akun Facebook M......... " Kaosku takdol kabeh , aku kecewa "   .


Ini beberapa kiriman Di Grup BRIGATA CURVA SUD 1976 (BCS X PSS ) ORA MUNTER
Kuat waeee, ,tabah wae, Dukungane go PSS sek lueh semangat seko wingi"Karo di tunggu arep dadi opo PSSI.
Tetap =DS̤̥̈̊є̲̣̥є̲̣̣̣̥М̣̣̥̇̊ɑ̤̥̈̊ɑ̤̥̈̊ηGɑ̤̥̈̊†̥†̥†̥†̥=D kawan. PSS SLEMAN akan tetap ăϑα dan τåƘ kan pernah mati kebanggaan tetap kebanggaan, hasil kemenangan/kekalahan bukan menjadi acuhan, lolos/tidak bukan menjadi ujung sebuah dukungan.#‎SurakartaFans‬ :-)

It's Not Over Kebanggaan Tetaplah Kebanggaan Sampai Kapanpun SUPER ELANG JAWA tetap terbang tinggi Tak akan Loyo , tetep semangat . Janganlah mencaci maki , kita harus tetap bangga dengan perjuangan pahlawan kita . Menang , seri , kalah , juara , degradasi , di caci maki , di banggakan semua pernah dialami Kebanggaan kita PSS SLEMAN. Semangat Ini Untukmu Salam Edan Tapi Sopan !Terimakasih Manajemen , Official , Pemain , SLEMANIA/DLEMANONA, BRIGATA CURVA SUD / LADIES CURVA SUD , SLEMAN FANS . Sampai berjumpa di kompetisi tahun depan !#‎KITAKAWALBERSAMASAMA‬




Hari ini jadi sejarh dihidupku Badanku terasa lemah,atas terampasnya asaku oleh PSSI tp aku tetep smangat untuk lanjutkan Dukung dan suprot untuk PSS,do'anya juga ya lur adik ku sakit hari ini mau dipriksakan di RSUD Sleman,adik ku sakit semalem gak bs tidur merasakan sama yang dirasa sedulur semua,pagi tadi muntah. Trims "Kokoh Bakoh "ora muntir"



aku nemoke iki neng twit,kiro kiro do gelem ora ?
@DeddyWiharja 16 mnt16 menit yang lalu
Sebagai saran. Mari kita kibarkan bendara pss di semua penjuru sleman. Sebagai tanda semangat ini tetap abadi. ‪#‎MenolakTunduk‬



Q turut prehaten atas sangsi yg menimpa pss mu kawan.....,,
Memang berat,,, begitupun kami,, melihat kebahagiaan anda ktika pss masuk semi final kami pun ikut senang,, dan kami uga terkejut,, dengn sangsi ini...
Tetaplah berdiri tegak kawanku,,,,,,! Pss mu masih membutuhkanmu...
‪#‎PASOEPATI‬






Terima kasih bapak-bapak yang "berkuasa" disana..
Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2014, anda telah membuat sebuah keputusan yang bakal akan selalu diingat rakyat Sleman maupun Semarang..
:')
Tapi keputusan yang anda buat TIDAK akan pernah membuat luntur jiwa dan kebanggaan kami kepada tim kami..
Kami hanya mendo'akan semoga kedepannya tidak ada lagi mafia-mafia sepakbola di Bumi Pertiwi ini, cukup kami (Sleman-Semarang, red) yang saat ini merasakan pahitnya keputusan yang anda ambil..
Ini bukan akhir cerita dari kami dan tim kami, tapi ini adalah awal dimana kami dan tim kami akan membuat sebuah sejarah dan kesuksesan di musim depan..
:')

‪#‎SlemanSemarangBakoh‬




                                                        Itulah beberapa tanggapan para suporter PSS ...

    
 ORA MUNTER

Akibat Sepakbola Gajah PSS dan PSIS di Diskualifikasi dari Divisi Utama

Sidang Komisi Disipin PSSI





                  Komisi Disiplin PSSI akhirnya menjatuhkan hukuman kepada PSS dan PSIS terkait sepakbola gajah yang diduga dimainkan oleh kedua tim . Super Elang Jawa dan Laskar Mahesajenar dijatuhi hukuman " didiskualifikasi " dari divisi utama . Lebih menyakitkannya lagi hukuman ini tidak bisa di banding oleh kedua tim. 


                 Seperti diberitakan sebelumnya , dalam laga yang digelar di Sasana Krida AAU Berbah , Sleman , Yogyakarta ( 26/10/14 ) . Banyak ditemukan kejanggalan , mulai dari tidak niat bertanding sampai 5 gol bunuhdiri.


                  Laga terakhir babak 8 besar grup N itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenagan PSS Sleman . Tapi disini terjadi kejanggalan yaitu semua gol yang terjadi adalah hasil bunuh diri . Tiga gol PSS merupakan hasil gol bunuh diri dari Komaedi melakukan dua gol bunuh diri, dan Fadli Manan. Sementara itu, gol PSIS dilesakkan pemain PSS oleh Hermawan Putra Jati dan Agus Setiawan.

     
                   Setelah melakukan sidang pada selasa ( 28/10/14 ) , akhirnya Komisi Disiplin menjatuhakan hukuman . Melalui sang ketua Hinca Panjaitan mereka mengumungkan kputusan itu . 


                      "Kami sudah bertanya kepada coach, pemain, ofisial. Setiap kali saya putar pertandingan ini, semua baru menyadari mereka telah melakukan sesuatu tidak masuk akal," kata Hinca di kantor PSSI bilangan Senayan.

                      "Karena ini mencederai sepakbola, maka tidak ada alasan tidak mengambil putusan. Dengan berat hati, untuk menegakkan sepakbola Indonesia. Maka Komdis memutuskan mendiskualifasi keduanya."

                     "Artinya, kedua tim ini berhenti sampai di sini tidak berlanjut. Dikeluarkan dari kompetisi, mereka tidak bisa bermain di semifinal atau final dan naik ke ISL."

                     "Pada posisi diskualifikasi ini, ini adalah pelanggaran yang tidak ditoleransi. Bermain bola itu untuk menang bukan untuk kalah."

                      "Putusan ini tidak bisa dibanding. Karena apa? Mereka telah mencederai unsur utama sepakbola bahwa bermain bola itu untuk menang bukan untuk kalah," imbuhnya.



Sebagai seorang pendukung PSS , saya sangat sedih akan keputusan ini . Tapi mungkin ini yangterbaik untuk kedua tim dan juga untuk perepakbolaan di Indonesia .    Atau mungkin untuk mafia bola Indonesia . ENTAH LAH 

Selasa, 28 Oktober 2014

Profil PSS Sleman


TIM PSS SLEMAN 2013/2014


Tim PSS Sleman baru-baru ini membuat heboh persepakbolaan Indonesia , bukan karena prestasi yang diraih tapi karena hal yang memalukan karena melakukan sepakbola gajah saat menjamu PSIS Semarang dalam lanjutan babak 8 besar Divisi Utama . 

Karena itu saat ini mungkin banyak orang yang mencari siapa itu tim PSS Sleman , karena itu agar anda tidak penasaran saya akan menyajikan artikel tentang profil PSS Sleman yang saya dapat dari beberapa sumber . 










Perserikatan Sepak bola Sleman (biasa disingkat: PSS) merupakan sebuah tim sepak bola yang berbasis di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. TimPSS Sleman  didirikan pada 20 Mei 1976 ini merupakan salah satu tim sepak bola yang cukup  disegani di Indonesia dan memiliki julukan sebagai tim Super Elang Jawa atau Super Elja. Tim ini juga sering disebut dengan julukan Laskar Sembada. Mereka bermain di Divisi Utama dalam sebuah kompetisi sepak bola Indonesia, Liga Indonesia. Prestasi tertingginya dalam kompetisi kasta tertinggi Liga Indonesia adalah dua tahun berturut-turut menempati empat besar pada Divisi Utama Liga Indonesia 2003 dan Divisi Utama Liga Indonesia 2004. Stadion utama mereka adalah Stadion Maguwoharjo atau biasa disebut MIS ( Maguwoharjo Internasional Stadium ) , dan menggunakan Stadion Tridadi sebagai stadion kedua. PSS Sleman juga memiliki supporter fanatik yakni Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS X PSS 1976). Slemania lebih dulu berdiri , ketimbang BCS ( Brigata Curva Sud ) .  

 Perlu anda ketahui admin adalah seorang Brigata Curva Sud .  hhheeee



Sejarah 

 

Perserikatan Sepak bola Sleman (PSS) lahir pada Kamis Kliwon tanggal 20 Mei 1976 semasa periode kepemimpinan Bupati Drs. KRT. Suyoto Projosuyoto. Lima tokoh yang membidani kelahiran PSS adalah H. Suryo Saryono, Sugiarto SY, Subardi, Sudarsono KH, dan Hartadi. PSS didirikan pada awalnya hanya mereka senang dengan sepak bola. Dengan sepak bola mereka yakin akan menambah teman, meningkatkan persaudaraan dan tentu saja dengan sendirinya meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat Kabupaten Sleman. Lahirnya PSS dilatarbelakangi bahwa pada waktu itu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru ada dua perserikatan yaitu PSIM Yogyakarta dan Persiba Bantul. Waktu berdirinya PSS hampir bersamaan dengan saat berdirinya Persikup Kulon Progo dan Persig Gunungkidul. Saat itu, selain di Kota Yogyakarta, potensi sepak bola di empat daerah kabupaten tidak terpantau dan kurang terkelola dengan baik. Padahal beberapa daerah di Kabupaten Sleman, seperti Prambanan, Sleman dan Kalasan, Sleman sejak dulu sudah memiliki tim sepak bola yang tangguh, yang ditandai dengan hadirnya beberapa tim luar daerah yang mengadakan pertandingan uji coba dengan tim di kawasan tersebut. Meskipun klub-klub sepak bola di Kabupaten Sleman telah ada dan tumbuh, tetapi belum terorganisasi dengan baik karena di Kabupaten Sleman belum ada perserikatan. Hal ini berdampak terhadap kelancaran klub-klub sepak bola di Kabupaten Sleman dalam mengadakan kompetisi sehingga banyak pemain dari Kabupaten Sleman yang bergabung ke klub-klub sepak bola di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.
Keinginan masyarakat yang kuat di Kabupaten Sleman untuk memiliki perserikatan klub sepak bola akhirnya mulai terwujud dengan adanya informasi yang disampaikan oleh Komda PSSI DIY pada waktu itu (Prof. Dr. Sardjono) yang menyatakan bahwa syarat untuk membentuk perserikatan sepak bola minimal harus ada lima klub. Di Kabupaten Sleman pada waktu itu sudah ada lima klub yaitu PS Mlati, AMS Seyegan, PSK Kalasan, Godean Putra dan PSKS Sleman. Akhirnya, tepat pada tanggal 20 Mei 1976, PSS dibentuk dengan Ketua Umum Gafar Anwar (seorang polisi).
Setelah Gafar Anwar meninggal, posisi Ketua Umum PSS digantikan Oleh Drs. Suyadi sampai dengan 1983. Periode 1983-1985, PSS dipimpin oleh Drs. R. Subardi Pd (Drs. KRT. Sosro Hadiningrat). Periode 1986-1989, PSS dipimpin oleh Letkol Infanteri Suhartono. Karena ada perubahan masa bakti/periodisasi dalam memimpin klub perserikatan yang dilakukan oleh PSSI menjadi empat tahunan maka di tengah perjalanan periode Letkol Infanteri Suhartono tepatnya tahun 1987, Letkol Infanteri Suhartono masih dipilih lagi sebagai Ketua Umum PSS untuk masa jabatan 1987-1991. Kemudian pada periode 1991-1995, PSS dipimpin oleh H. RM. Tirun Marwito, S.H. Mulai periode 1996-2000, PSS dipimpin langsung oleh bupati, pada waktu itu Drs. H. Arifin Ilyas. Selanjutnya tahun 2000-2004, PSS dipimpin oleh Bupati Drs. H. Ibnu Subiyanto, Akt. Jabatan Drs. H. Ibnu Subiyanto, Akt dalam memimpin PSS yang berarkhir pada tahun 2004 diperpanjang mulai 2005, banyak nama yang membesarkan PSS, di antaranya Sudarsono KH, H. Sukidi Cakrasuwignya, Suparlan, H. Subardi, S.H., Hendricus Mulyono, Drs. H. Arifin Ilyas, Drs. H. Ibnu Subiyanto, Akt dll.
Saat ini PSS memutuskan menggunakan nama Persatuan Sepak bola Sleman dalam profil timnya berkaitan dengan pajak sponsorship. Nama persatuan hanya dipakai dalam media massa dan komunikasi bisnis saja. Sedangkan nama perserikatan tetap dalam sejarah pendirian. Nama perserikatan tidak diperbolehkan dalam segmen bisnis modern dalam penerimaan sponsorship.
Untuk memenuhi aspek legal dalam mengikuti kompetisi profesional, maka mulai musim 2011/2012 dibentuklah PT. Putra Sleman Sembada (PT. PSS). PT. PSS didirikan dengan akta notaris no. 78 tanggal 26 April 2012 untuk menaungi PSS. Struktur PT. PSS terdiri dari satu Komisaris Utama, tiga Komisaris, satu Direktur Utama/CEO dan empat Direktur yakni Direktur Teknik, Direktur Pemasaran, Direktur Keuangan, dan Direktur Umum. Komisaris Utama dipegang oleh Bambang Sukmonohadi. Komisaris dipegang oleh Mujiman, H. Giyanto, H. Sudibyo. Jajaran direksi dipegang masing-masing Direktur Utama H. Suparjiono, Direktur Teknik Yoni Arseto, Direktur Pemasaran Soekeno, Direktur Keuangan Djaka Waluya, S.E., Direktur Umum Indriyanto Eko Saputro.
PSS beraksi pertama kalinya dalam sebuah turnamen yang digelar di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Turnamen kecil dengan peserta dari empat kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang digunakan sebagai ajang seleksi tim Pra PON DIY pada tahun 1976 ini merupakan debut resmi PSS. Dari turnamen ini, akan diambil beberapa pemain yang kemudian akan dijadikan pemain tambahan bagi tim PSIM yang menjadi kekuatan tim inti Pra PON DIY saat itu. PSS berhasil mengalahkan Persig Gunung Kidul 1-0 pada tanggal 10 Agustus 1976, sebelum akhirnya kalah dari Persiba Bantul 0-2 dalam pertandingan final.
Tiga tahun pertama PSS baru mengadakan kegiatan yang lebih bersifat intern, misalnya mengadakan kompetisi antar klub anggota PSS. Kompetisi ini sebagai media publikasi PSS dan dalam rangka memasyarakatkan olah raga sepak bola di wilayah Kabupaten Sleman. Lambat laun jumlah klub yang menjadi anggota PSS semakin banyak. Tahun demi tahun berikutnya dilalui dengan peningkatan-peningkatan, dengan mengikuti pertandingan di tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tiga tahun setelah PSS dibentuk, PSS memulai perjuangan dalam kompetisi Divisi II PSSI pada tahun 1979 dengan lawan tim-tim sepak bola yaitu Persiba Bantul, Persig Gunung Kidul, dan Persikup Kulonprogo untuk tim yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang pada waktu itu memiliki lima perserikatan. Dalam babak penyisihan tersebut PSS menjadi juara. Setelah lolos babak penyisihan PSS langsung masuk divisi IIA bersama dengan tim perserikatan-perserikatan sepak bola dari Provinsi Jawa Tengah yang lolos babak penyisihan seperti PSIR Rembang, Persijap Jepara, dan Persibat Batang (menjadi satu rayon) sehingga perserikatan manapun yang lolos di DIY harus bergabung dulu dengan Provinsi Jawa Tengah melakukan kompetisi dengan hasil PSS selalu gagal maju ke babak ketiga atau babak tingkat nasional.
Pelan namun pasti, PSS mencoba menapak kompetisi nasional melalui pemain-pemain yang dibina di kompetisi internal secara kontinyu. PSS, sadar atau tidak, sebenarnya telah membangun sebuah kultur sepak bolanya melalui kompetisi lokal yang rutin, disiplin dan bergairah. Berdiri tahun 1976, PSS termasuk perserikatan yang muda jika dibandingkan dengan PSIM Yogyakarta, Persis Solo, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, PSMS Medan, Persija dan lainnya.
Namun, meski muda, PSS mampu membangun kompetisi sepak bola secara disiplin, rutin dan ketat sejak pertengahan tahun 1980-an. Kompetisi itu tak bernah terhenti sampai saat ini. Sebuah konsistensi yang luar biasa. Apalagi, kompetisi yang dijalankan melibatkan semua divisi, baik Divisi Utama, Divisi I maupun Divisi II. Bahkan, pernah PSS juga menggelar kompetisi Divisi IIA.
Maka, tak pelak lagi, PSS kemudian memiliki sebuah kultur sepak bola yang baik. Minimal, di Kabupaten Sleman telah terbangun sebuah tradisi sepak bola yang meluas dan mengakar dari segala kelas. Pada gilirannya, tak menutup kemungkinan jika suatu saat PSS mampu menyuguhkan permainan fenomenal dan khas.
Ini prestasi luar biasa bagi sebuah kota kecil yang berada di bawah bayang-bayang Yogyakarta ini. Di Kabupaten Sleman tak ada sponsor besar, atau perusahaan-perusahaan raksasa yang bisa dimanfaatkan donasinya untuk mengembangkan sepak bola. Kompetisi itu lebih berawal dari kecintaan sepak bola, tekad, hasrat, motivasi dan kemauan yang tinggi. Semangat seluruh unsur yaitu penonton, pemain, pelatih, pengurus dan pembina terlihat begitu tinggi.
PSS pernah dipuji oleh ketua umum PSSI, Kardono sebagai tim perserikatan yang memiliki kompetisi internal terbaik di Indonesia. Tak kurang 60 tim amatir secara rutin bertarung dalam tiga divisi dalam kompetisi PSS. Klub-klub asal Kabupaten Sleman pun merajai berbagai turnamen tarkam, dan PSS tak pernah kekurangan stok pemain.
Sejak tahun 1987, PSS mulai menargetkan agar dapat berlaga ke pentas sepak bola nasional dengan promosi ke Divisi Satu. Namun seringkali usaha PSS kandas saat mengikuti kompetisi penyisihan Divisi IIA zona Jateng DIY. Persijap Jepara, PSIR Rembang, dan Persiku Kudus, adalah lawan-lawan yang secara bergantian mengganjal langkah PSS agar dapat lolos ke Divisi II zona nasional. Keberhasilan PSIR Rembang dan Persiku Kudus promosi ke Divisi Satu, dan bahkan ke Divisi Utama Liga Indonesia saat Liga Indonesia mulai bergulir memuluskan langkah PSS untuk merajai Divisi IIA Jateng DIY bersama Persijap Jepara, dan berlaga di pentas Divisi II Nasional.
Namun, usaha PSS untuk promosi ke Divisi Satu Liga Indonesia pada Liga Indonesia 1994/1995 gagal di babak penyisihan sekalipun mereka berlaga di kandang sendiri. Pada waktu itu, PSS selalu mengikuti kompetisi Divisi II PSSI sejak tahun 1979 sampai kemudian baru Liga Indonesia tahun 1995/1996, PSS meraih juara kompetisi Divisi Dua Liga Indonesia untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah bertanding dengan tim-tim dari yang lolos penyisihan dari Provinsi Jawa Tengah, PSS berhasil lolos babak ketiga dan berhasil melangkah ke putaran final babak empat besar Divisi II yang diselenggarakan di Tangerang. Sayangnya PSS harus mengakui Persewangi Banyuwangi dalam babak semifinal melalui adu penalti. Persewangi Banyuwangi, dan Persikota Tangerang pun lolos otomatis ke Divisi Satu Liga Indonesia, sedangkan PSS bersama Persipal Palu harus beradu dengan dua tim Divisi Satu Liga Indonesia dalam babak play off.
Dalam babak play off yang diadakan di Stadion Tridadi pada tanggal 4-9 Juli 1996, PSS sempat berada di ujung tanduk setelah tim Persiss Sorong menyerah 1-7 dari Persipal Palu, dan membuat PSS harus mengalahkan pimpinan klasemen Aceh Putra untuk berebut satu tiket tersisa. Kalah atau imbang, PSS harus merelakan Aceh Putra, dan Persipal Palu untuk berlaga di Divisi Satu Liga Indonesia. Lewat pertarungan ketat, PSS berhasil mengalahkan Aceh Putra dan meraih tiket promosi dengan pelatih Suwarno.
Selama berada di Divisi II PSS tidak pernah mendapatkan sumber pendanaan dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Tidak ada sponsor dari manapun, sumber pendanaan PSS pada waktu itu berasal dari kontribusi pribadi masyarakat Kabupaten Sleman yang gila bola. Rumah Sudarsono KH di Rogoyudan, Jalan Magelang berfungsi sebagai kantor PSS, di mana di tempat ini diadakan rapat dan berkumpulnya para pemain sepak bola menjelang dan sesudah pertandingan. Kemudian PSS mengikuti kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia selama empat tahun mulai musim kompetisi 1996/1997 sampai musim kompetisi 1999/2000.
Aksi debutan PSS di Divisi Satu Liga Indonesia 1996/1997 cukup mencengangkan. Tim yang mengandalkan materi pemain hasil binaan sendiri tersebut berhasil lolos dari Grup Tengah III, mendampingi Persikabo Bogor ke babak sepuluh besar. Dalam babak sepuluh besar Grup A yang digelar di Stadion Mandala Krida, PSS harus puas di peringkat tiga dan gagal ke semifinal. Tahun 2000 adalah tahun berakhirnya masa jabatan Bupati Drs. H. Arifin Ilyas dan sebagai bupati ingin meninggalkan kesan yang terbaik, sehingga termotivasi kuat untuk mengantarkan PSS masuk Divisi Utama Liga Indonesia. Akhirnya, pada kompetisi tahun 1999/2000, dalam situasi krisis moneter PSS berhasil promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia setelah PSS bersama-sama dengan Persita, Persikabo dan Persijap melakukan pertandingan empat besar di Stadion Tangerang dan PSS menjadi Juara II Kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia, yang ditandai dengan kecemerlangan performa M. Eksan yang keluar sebagai top skor dengan 11 gol. Pertandingan empat besar tersebut berlangsung pada 26-30 Mei 2000. Dan sebagai Manager PSS adalah H. Sukidi Cakrasuwignya dengan pelatih Drs. Bambang Nurdjoko dan Drs. Herwin Sjahruddin.
Perjalanan PSS yang membanggakan itu bukan hal yang mudah. Meski lambat, perjalanan itu terlihat mantap dan meyakinkan. Sebelumnya, pada kompetisi tahun 1990-an, PSS masih berada di Divisi II. Tapi, secara perlahan PSS bergerak dengan mantap. Pada kompetisi tahun 1995/1996, tim ini berhasil masuk Divisi Satu Liga Indonesia, setelah melewati perjuangan berat di kompetisi-kompetisi sebelumnya. Dengan kata lain, PSS mengorbit di Divisi Utama Liga Indonesia bukan karena karbitan. Ia melewatinya dengan proses panjang.
Sempat dipandang sebelah mata, setelah bertanding di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia, PSS bukanlah pendatang baru yang mudah dijadikan bulan-bulanan oleh tim-tim elit. Padahal, di Divisi Utama Liga Indonesia, PSS tetap menyertakan pemain produk kompetisi lokalnya. Mereka adalah M. Eksan, Slamet Riyadi, M. Ansori, Fajar Listiyantoro dan M. Muslih. Bahkan, M. Eksan, Slamet Riyadi dan M. Ansori merupakan pemain berpengaruh dalam tim.
Pada penampilan perdananya, PSS langsung mengagetkan insan sepak bola Indonesia. Di luar dugaan, PSS menundukkan tim elit bergelimang uang, Pelita Solo 2-1.
Bahkan, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwana X sendiri yang saat itu berada di Brunei Darussalam dalam rangka promosi wisata juga kaget. Kepada Bupati Kabupaten Sleman Drs. H. Ibnu Subiyanto, Akt yang mengikutinya, Sri Sultan Hamengkubuwana X mengatakan, "Ing atase cah Sleman sing ireng-ireng biso ngalahke Pelita." Artinya, anak-anak Kabupaten Sleman yang hitam-hitam itu (analog orang desa) kok bisa mengalahkan tim elit Pelita Solo.
Saat itu, Drs. H. Ibnu Subiyanto, Akt menjawab, "Biar hitam nggak apa-apa tho pak, karena bupatinya juga hitam." Ini sebuah gambaran betapa prestasi PSS memang mengagetkan. Bahkan, gubernur sendiri kaget oleh prestasi anak-anaknya. Akan lebih mengagetkan lagi, jika Sri Sultan Hamengkubuwana X tahu proses pertandingan itu. Sebelum menang, PSS sempat ketinggalan 0-1 lebih dulu. Hasil ini menunjukkan betapa permainan PSS memiliki kemampuan dan semangat tinggi, sehingga tak minder oleh tim elit dan tak putus asa hanya karena ketinggalan. Berikutnya, tim cukup tua Gelora Dewata menjadi korbannya. Bahkan, di klasemen sementara, PSS sempat bertengger di urutan pertama.
Ketika tampil di kandang lawan, Malang United dan Barito Putra, PSS juga tak bermain cengeng. Bahkan, meski akhirnya kalah, PSS membuat tuan rumah selalu was-was. Sehingga, kekalahan itu tetap menjadi catatan mengesankan. Maka, tak heran debut PSS itu kemudian menjadi perhatian banyak orang. Hanya dalam sekejap, PSS sudah menjadi tim yang ditakuti, meski tanpa bintang.
Pembinaan sepak bola ala PSS ini akan lebih tahan banting. Sebab itu, terlalu berlebihan jika menilai PSS bakal numpang lewat di Divisi Utama Liga Indonesia. PSS dapat bertahan menghadapi persaingan keras Divisi Utama Liga Indonesia. Tim berjuluk Elang Jawa ini berhasil lolos dari jurang degradasi pada saat saat terakhir kompetisi.
Meski belum optimal, PSS akhirnya menuai hasil dari tradisi sepak bola mereka. Setidaknya, PSS sudah melahirkan pemain nasional Seto Nurdiantoro. Sebuah prestasi langka bagi Daerah Istimewa Yogyakarta. Terakhir, pemain nasional dari Daerah Istimewa Yogyakarta adalah kiper Siswadi Gancis. Itupun ia menjadi cadangan Hermansyah. Dengan memiliki tradisi sepak bola yang mantap dan mapan, tak menutup kemungkinan jika PSS akan memiliki kualitas sepak bola yang tinggi. Prestasi terbaik PSS diraih saat Divisi Utama Liga Indonesia digelar dengan sistem satu wilayah pada tahun 2003, dan 2004, finish dengan dua kali menempati posisi ke-4 secara berturut-turut. Sayangnya, melambungnya prestasi PSS juga ditandai dengan memudarnya semangat pembinaan, dan terbengkalainya kompetisi internal di Kabupaten Sleman. Problema antara tuntutan prestasi dan pembinaan menjadi tantangan terbesar bagi PSS agar keberadaannya mampu mencerminkan kualitas kompetisi sepak bola di Kabupaten Sleman.
Pada Divisi Utama Liga Indonesia 2011–12 (LPIS), PSS mulai mencoba bangkit dari keterpurukan. Meskipun hanya bermaterikan pemain-pemain muda, PSS mampu kembali bersaing dengan para kompetitor lainnya dan menjadi tim yang layak diperhitungkan. Musim berikutnya pada Liga Indonesia 2013, PSS membentuk tim yang kuat dengan persiapan yang matang. PSS pun berhasil lolos ke semifinal setelah dalam babak penyisihan tampil sebagai juara grup. Setelah penantian selama 13 tahun, PSS akhirnya kembali masuk final. Dalam babak semifinal, PSS menang dengan skor meyakinkan 3-0 atas Persitara pada 7 November 2013 di Stadion Maguwoharjo yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Di final yang digelar pada 10 November 2013 bertepatan dengan Hari Pahlawan ini PSS berhadapan dengan Lampung FC yang sebelumnya mengalahkan Persenga Nganjuk dua gol tanpa balas. Partai puncak pun berlangsung ketat, laga ini harus berakhir imbang 1-1 dalam waktu normal setelah Lampung FC berhasil mencuri gol untuk menyamakan kedudukan. Lewat drama perpanjangan waktu, PSS akhirnya mampu menundukkan Lampung FC dengan skor 2-1. Dengan kemenangan tersebut PSS berhasil meraih gelar juara untuk pertama kalinya pada kompetisi profesional setelah 37 tahun berdiri. Sejak kiprahnya di Divisi Utama Liga Indonesia, PSS telah mengantarkan Seto Nurdiantoro, Anton Hermawan, Mauly Lessy, Anang Hadi, Fachrudin Aryanto, dan Juan Revi untuk mengenakan kostum Tim nasional sepak bola Indonesia.



Ituah sekilasProfil mengenai tim kesayangan saya , yaitu Super Elja PSS Sleman ...  



Video Sepakbola Gajah Antara PSS vs PSIS

 Perhatikan Gambar diatas , kiper PSS sampai di tengah Lapangan


Apakah anda penasaran dengan sepakbola gajah yang terjadi di Indonesia antara PSS dan PSIS , berbahagialah karena video pertandingan itu kini sudah ada di dunia maya ( youtube ) . Pemilik akun Sepakbola Gembira baru-baru ini menggunggah  video pertandingan tersebut melalui Youtube, yang diberi judul "Sepak Bola Gajah PSS Sleman 3 2 PSIS Semarang". Video tersebut menampilkan pertandingan yang sedang disaksikan melalui layar laptop.

Dalam pertandingan tersebut sang tuan rumah ( PSS ) menggunakan kaos tim kebesarannya yaitu hijau , sedangkan tamunya ( PSIS ) menggunakan seragam putih - putih . 

Video ini  dimulai dengan masuknya kedua kesebelasan ke lapangan, dengan anak gawang mengusung bendera Fair Play.

Lalu, pada detik ke-30 ( dalam video ) , tampak sejumlah pemain PSS "berkumpul" di depan kotak penalti, saling mengumpan seperti "latihan", tanpa ada satu pun pemain lawan. Yang terdekat adalah wasit, yang membiarkan saja bola dimain-mainkan seperti itu.

Di menit kedua, adegan yang lebih mencengangkan terjadi. Dalam sebuah "serangan", seorang pemain PSS melepaskan tembakan langsung ke arah gawang timnya sendiri, namun berhasil "dihalau" seorang pemain PSIS yang sudah berada di garis gawang. Itu berarti, ada seorang pemain yang dengan sengaja berusaha menggagalkan upaya bunuh diri tim lawan.

Menit demi menit tergambarlah betapa kedua tim memang hanya ingin mencetak gol ke gawangnya sendiri. Ironisnya, tim lawan justru berusaha mencegah gol bunuh diri tersebut. Dan juga, pemain pencetak gol bunuh diri itu malah disambut gembira oleh rekan-rekannya.

 Sebelumnya, manajer PSS Suparjiono mengatakan pihaknya tidak sengaja menampilkan permainan seperti itu, walaupun kemudian menuding PSIS enggan bermain.

"Yang bilang gol bunuh diri siapa? Ya, mungkin salah tendang saja. Nggak melihat gawangnya mungkin," ucap Suparjiono saat dihubungi detikSport, Senin (27/10/2014) siang WIB.

"Bisa saja to? Mungkin penglihatannya sedang kabur atau bagaimana," kata dia berdalih.

"(Bermain melawan PSIS) Semarang sama saja main dengan mimpi, tidak bergerak sama sekali. Nggak fair play, kami maunya fair play. Siapa yang nggak fair play duluan?" tambah Suparjiono.

Sebaliknya, kubu PSIS juga menganggap PSS-lah yang tidak niat main. "Mereka tidak bermain fair play. Pemain-pemain kami hanya emosi karena melihat mereka justru mencetak dua gol ke gawangnya sendiri,'' ungkap Wahyu Winarto, sang manajer.

Kasus ini sedang disidang oleh Komisi Disiplin PSSI. Kabarnya, FIFA juga sudah dikabari mengenai insiden yang sangat memalukan ini.


Ingin mengetahui ulasan pertandingn tersebut silahkan kunjungi 

Hanya di Indonesia , Lima Gol Bunuhdiri Terjadi dalam Waktu Lima Menit...

 

 

Cristiano Ronaldo Pemain Terbaik La Liga 2013/2014

   Perayaan Gol CR7


               Cristiano Ronaldo atau yang biasa disapa CR7 kembali menambah daftar prestasi individunya setelah terpilih menjadi pemain terbaik La Liga musim 2013/2014 . Performanya yang ciamik bersama El Real , dengan mengemas  31 gol , menjadikan penyerang internasional Portugal ini Top Score La Liga musim lalu mengungguli kompetitornya terdekatnya asal catalan ( Lionel Messi ) dengan selisih tiga gol .

Bukan hanya CR7 yang mendapatkan penghargaan , beberapa penggawa El Real yang lain juga mndapatkan penghargaan dalam kategori yang berbeda - beda . Acara LFP Galaini di selemggarakan  di Hotel Auditorium, Madrid, pada  Senin (27/10/2014).

"Saya harus berterima kasih kepada rekan-rekan setim saya, Real Madrid, keluarga saya. Ini adalah momen bagus dalam karier saya," ucap Ronaldo.

"Bagi saya, yang penting adalah memenangi trofi bersama tim. Tapi, saya juga menyukai penghargaan individu. Saya bekerja tiap hari, dalam latihan, agar makin banyak meraihnya," lanjutnya.

Selain menyabet gelar pemain terbaik CR7 juga dinobatkan menjadi penyerang terbaik . Bukan hanya itu gol Ronaldo ke gawang Valencia pada     jornada 36 / pekan 36 juga terpilih sebagai gol terbaik . 
Pemain Real Madrid lain yang juga mendapatkan penghargaan adalah Keylor Navas sebagai kiper terbaik . Navas yang baru bergabung dengan El Real  musim ini mendapatkan penghargaan kiper terbaik karena penampilannya yang spektakuler bersama Levante. Bukan hanya Cristiano Ronaldo dan Keilor Navas pemain El Real yang mendapat penghargaan . Sergio Ramos dan Luca Modric juga mendapatkan penghargaan serupa masing-masing sebagai Bek Terbaik dan Gelandang Terbaik . Sedangkan penghargaan untuk gelandang serang terbaik jatuh ke tangan Andres Iniesta . 

Sementara Atletico Madrid yang musim lalu berhasil merengkuh gelar juara La Liga hanya mendapatkan satu pengharagaan atas nama Diego Simione sebagai pelatih terbaik . Untuk Penghargaan Fair Play jatuh ke tangan Ivan Rakitic (Sevilla, sekarang Barcelona) dan Real Sociedad.

Penghargaan pemain terbaik untuk setiap posisi dan juga pelatih terbaik ditentukan melalui voting oleh tiga orang kapten di masing-masing tim . Tapi, mereka tak diizinkan untuk memilih pemain dari klubnya sendiri. Untuk penghargaan gol terbaik ditentukan melalui polling di internet.     


Cristiano Ronaldo Celebration


Penyelamatan Keylor Navas

Sergio Ramos dan Luka Modric 

Andres Iniesta saat mencetak gol di final Piala Dunia 2010


Perayaan juara Diego Simione di Angkat oleh para pemain Atletico

Real Sociedad 2013


Ivan Rakitic mengantarkan Sevilla juara Piala Eropa 

Senin, 27 Oktober 2014

Hanya di Indonesia , Lima Gol Bunuhdiri Terjadi dalam Waktu Lima Menit


Fakta Unik bahkan bisa dibilang "AneH" terjadi di pertandingan terakhir Babak 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia 2014 Grup N antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang di Lapangan militer milik Akademi Angkatan Udara (AAU) Adisutjipto Yogyakarta, Berbah, Sleman, Minggu (26/10/2014).

Taukah Anda...?







Pada pertandingan ini, 5 Gol tercipta hanya dalam kurun waktu 5 menit saja, Gol yg tercipta pun terbilang aneh, bagaimana tidak? 5 Gol yg tercipta tersebut kesemuanya merupakan buah hasil dari Gol bunuh diri masing-masing tim.( Duh Dek )

Gol pertama dan ke-2 terjadi di menit 87' dan 89' untuk PSIS Semarang, yang mana 2 gol tersebut tercipta bukanlah hasil dari kerja sama pemain PSIS Semarang, melainkan hasil dari gol bunuh diri para pemain PSS Sleman yang sengaja memasukkan 2 gol tersebut ke gawang PSS Sleman sendiri.
Seolah tak ingin menang, pada menit 90' 92' dan 93' PSIS Semarang juga
memasukkan 3 Gol lagi ke gawangnya sendiri dengan sengaja.





"Pemain kami emosi karena PSS mencetak gol bunuh diri lebih dulu," kata Manajer PSIS, Wahyu Winarto, seperti dikutip dari Bolanews.com.

Pelatih Herry Kiswanto enggan berkomentar lebih jauh. Ia hanya menegaskan, dirinya sebagai mantan pesepak bola kecewa dengan adanya kejadian itu.

Kemungkinan besar kedua tim tak mau menang untuk menghindari Borneo FC pada babak semifinal dengan alasan faktor nonteknis yang kental di sana. Borneo FC finis di posisi kedua dengan raihan 10 poin, di bawah Martapura FC.




Mungkin sebentarlagi kedua tim akan mendapatkan sanksi dari PSSI ( Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ) terkait hal ini .   Dan mungkin hal ini akan masuk ke On The Spot sebagai 7 Pertandingan paling aneh di Dunia hheee :-) .



Perlu anda ketahui Admin adalah seorang BCS ( Brigata Curva Sud ) , jadi Saya ( Admin ) sangat terkejut atas kejadian ini .  Awalnya saya senang karena PSS menang . Tapi dengan adanya kontroversi ini saya was was akan adanya sanksi yang akan di berikan oleh PSSI . Semoga saja kedua tim tidak mendapatkan sanksi dan kejadian ini tidak boleh lagi terjadi di Indonesia karena ini sangat-sangat memalukan .

Minggu, 26 Oktober 2014

Hasil Sepak Bola 25 dan 26 Oktober 2014

  Hasil bola 25 dan 26 Oktober kita awali dengan yang katanya sih liga terbaik di Dunia .





FT West Ham United 2 - 1 Manchester City
FT Liverpool 0 - 0 Hull City
FT Southampton 1 - 0 Stoke City
FT Sunderland 0 - 2 Arsenal
FT West Bromwich Albion 2 - 2 Crystal Palace
FT Swansea City 2 - 0 Leicester City


Yang kedua , dari panasnya laga El Classico
FT Almeria 0 - 1 Athletic Bilbao
FT Real Madrid 3 - 1 Barcelona
October 26
FT Valencia 3 - 1 Elche
FT Cordoba 1 - 1 Real Sociedad
FT Eibar 1 - 1 Granada


Italy - Serie A October 25
FT Empoli 0 - 4 Cagliari
FT Parma 1 - 3 Sassuolo
October 26
FT Sampdoria 0 - 0 Roma

FT Augsburg 2 - 0 Freiburg
FT Borussia Dortmund 0 - 1 Hannover 96
FT Eintracht Frankfurt 4 - 5 VfB Stuttgart
FT Hertha Berlin 3 - 0 Hamburger SV
FT Hoffenheim 1 - 0 Paderborn
FT Bayer Leverkusen 1 - 0 Schalke 04

France - Ligue 1 October 25
FT Paris Saint Germain 3 - 0 Bordeaux
October 26
FT Bastia 1 - 3 Monaco
FT Caen 2 - 1 Lorient
FT Evian Thonon Gaillard 0 - 2 Nantes
FT Reims 1 - 0 Montpellier




Itulah hasil laga Sepakbola tadi malam ,    silhkan KLIK pada score untuk melihat siapa pencetak gol,yang mendapat kartu kuning,dan pamberi assist.



special Thanks to : Livescore.com


































































Catatan Menarik EL CLASSICO 2014 di Santiago Bernabeu

Gerrard Pique mendapat kartu kuning setelah menyentuh bola dengan tangannya





 Barca yang sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Neymar Jr , harus mengaku keunggulan sang tuan rumah 3 - 1 . Setelah gawang mereka di bobol oleh Cristiano Ronaldo , Karim Benzema , dan Pepe.

Dengan kemenangan ini El Real menguntit sang pimpinan klasmen dengan 21 poin dari sembilan laga , semantara El Barca walaupun kalah masih tetap duduk di puncak dengan keunggulan satu poin dari posisi dua ( Real Madrid ).

Kemenangan El Real atas El Barca tadi malam menorehkan beberapa catatan menarik , apa itu ?


 Infostrada Live dan MisterChip mencatat adanya hal-hal menarik yang muncul usai laga yang bertensi tinggi itu. Berikut beberapa di antaranya :

1. Gol Neymar Santos Junior pada menit keempat adalah gol tercepat Barca di El Clasico sejak gol Luis Enrique pada Februari 1999. Saat itu, Enrique yang masih jadi pemain juga mencetak gol pada menit keempat dan membantu Barca menang 3-0. Sekarang Enrique duduk di kursi pelatih The Catalans.

2. Ronaldo sekarang sudah mencetak 14 gol di El Clasico. Dia kini sejajar dengan Francisco Gento, Cesar Rodriguez, dan Ferenc Puskas. Dalam hal ini, yang lebih baik daripada CR7 cuma Raul (15 gol), Alfredo Di Stefano (18 gol), dan Lionel Messi (21 gol).

3. Karim Benzema mencetak lima gol dalam empat penampilan terakhirnya pada laga La Liga melawan Barca di Santiago Bernabeu.

4. Untuk pertama kalinya sejak 1977/1978, Real Madrid mencetak tiga gol atau lebih ke gawang Barca dalam dua pertandingan La Liga secara beruntun. Pada pertemuan terakhir sebelum ini, Madrid kalah 3-4 dari Barca di Bernabeu.


5.Inilah kali pertama sejak 7 Mei 2008 Madrid bisa mengalahkan Barca dengan selisih lebih dari satu gol di Bernabeu.


6. Untuk pertama kalinya dalam kurun waktu sekitar 20 tahun, Madrid mengalahkan Barca setelah lebih dulu tertinggal. Terakhir kali mereka melakukannya adalah pada musim 1993/1994 di final Piala Super Spanyol (Madrid menang 3-1).


7. Tiga orang debutan di El Clasico kali ini (Luis Suarez, Toni Kroos, dan James Rodriguez) membukukan assist. Hal ini terjadi pada Clasico tahun 1953 ketika Di Stefano melakoni debutnya di Clasico. 


8. Untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan Real Madrid, Ronaldo selalu mencetak gol pada 11 pertandingan secara beruntun. 




Itulah delapan cacatan menarik El Classico tadi malam , yang saya peroleh dari detik.com .

Selasa, 30 September 2014

Profil Toni Kroos


PROFIL TONI KROOS



toni kros.jpg
 





Nama Lengkap : Toni Kroos
Tanggal Lahir    : 4 Januari 1990
Tempat Lahir    : Greifswaid , Jerman
Posisi                 : Gelandang Serang


Toni Kroos adalah seorang pemain sepak bola professional kebangsaan Jerman yang berposisi sebagai gelandang serang. Ia memulai karir seniornya bersama tim Bayern Munchen II pada tahun 2007. Tidak berselang lama Ia langsung promosi ke Tim Bayern Munchen I . Meski begitu Ia sempat dipinjamkan ke Bayer Leverkusen untuk menambah jamterbang. Karena penampilan yang cukup impresif dirinya kembali dipanggil untuk memperkuat Bayern pada 2010 . Bersama Bayern inilah dirinya menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. Karena berhasil menyabet banyak gelar untuk tim maupun gelar pribadi . Puncaknya Ia berhasil menghantarkan negaranya menjadi juara Piala Dunia 2014.  Karena keberhasilannya itu Real Madrid kepincut untuk merikrutnya . Dan gayungpun bersambut , Dirinya juga ingin meninggalkan Bayern klub yang telah membesarkan namanya.